Nyanyian Kidung Ramuan Sang Durjana

Sungguh, percaya cakapku.

Ada ramuan di tepi sana

Sungguh, percaya cakapku

Kau hidup kembali jika ramuan ada di sela-sela darah dan dagingmu

Satu, dua, tiga—ayo kita dansa!

Pergi saja, pakai bulu domba untuk terbang pun tak apa!

Ramuan dalam genggaman, hidup kembali ada!

Sungguh, percaya cakapku!

Gila, gila, gila kepayang

Bersulang, tertawa demi uang

Gila, gila kepayang

Sudah kubilang, tak kau percaya

Ayolah, cakapku benar adanya.

Ramuan itu benar adanya—daku sudah kumur-kumur dengannya

Seperti bayi baru lahir, dan—

Tara! Suci, bersih, dan murni, dengan orang-orang yang tetiba lupa dengan tikus licin yang mencicit

Kaya raya itulah tujuannya

Berharap dapat singgasana dengan emas dan baja

Walau malang sungguh malang

Ramuan itu bukan untuk si muka dua

Layaknya kidung yang dinyanyikan

Kau tampil memoles muka

Rambut klimis dan alis tipis

Tuan, tipu daya kau tak berlaku bagiku

Sungguh, percaya cakapku.

Kau itu bisa apa tanpa ramuan itu?

Malang, legenda berkata

Dulu, ramuan bukan minuman kerongkongan

Melainkan kerincing menyilaukan—perak, emas, berlian.

Sungguh, percaya cakapku.

Semua lupa diri saat melihatnya.

Namun, bukankah kau juga begitu, Tuan?

Berdansa dengan emas yang kau timba dari si jelata

Namun, bukankah kau juga begitu, Tuan?

Mengelus pipi sang pengucur pundi-pundi

Berjanji, “Hei! ‘Kan daku buat negara ini maju hingga negeri seberang!”

Berjanji, niscaya sejahtera makanan sederhana yang mudah dicapai

Satu, dua, tiga—ayo kita dansa!

Pergi saja, pakai bulu domba untuk terbang pun tak apa!

Ramuan dalam genggaman, hidup kembali ada!

Naasnya, itu hanya kidung belaka.

Ditulis oleh Raihana Zulfa Syahidah

Diedit oleh Diandra Wafiyatunnisa

Didesain oleh Tokyo Sora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *