Ziarah Mimpi dan Aku yang Terbunuh Karena Negeri

Hari ini, aku menziarahi mimpiku.

Lagi-lagi, kembali kususuri jembatan tak berkayu ini demi menuntut ilmu di pagi hari. Sungai meluap kembali, rasa-rasanya ikut marah melihat mereka berdiam diri. Padahal, janjinya ingin menjadikan pendidikan gratis kembali.

Hari ini, aku menziarahi mimpiku kedua kali.

Kata bu guru, niscaya pintar membawa bala pergi. Nyatanya, sial selalu datang kembali. Hari ini, kusantap makanan yang katanya bergizi dengan seng sekolah yang roboh ini. Tak apa, kata mereka, yang penting perutku terisi.

Hari ini, kembali ku ziarahi mimpiku ketiga kali.

Semoga peziarah lain tak muak lihat diri ini. Maaf kuuntai, begitu banyak yang ingin kuadu pada mereka yang punya hati tapi sudah mati. Lagi-lagi, kemerdekaan negeri menghampiri. Namun nyatanya, ingin kuangkat bendera setengah tiang ini.

Hari ini kuziarahi mimpiku keempat kali.

Sudah kurobek buku tulis ini. Dengan setengah hati, kubantu ayah menjemur teri. Bukan karena tak mau bantu, namun kecewa karena aku tak bertemu mereka di pusara yang kumaki.

Hari ini, aku menziarahi mimpiku kelima kali, dan bertemu bu guru di tengah jalan pusara hati.

Katanya, bu guru sudah tak makan tiga hari. Hanya minum dari sisa-sisa air di teko yang dipanasi. Kutanya, bu guru sudah tua, apakah masih ada mimpi yang perlu diziarahi? Kata bu guru, bahkan lebih banyak—dan lebih panjang karena bu guru berdoa juga di sana—dibanding anak-anak yang memaki mimpi. Bu guru berdoa, niscaya kami tumbuh besar jadi insan berbudi pekerti, tak suka bela orang korupsi, tak suka masukkan sanak saudara di jejeran menteri, dan selalu menepati janji yang dibuat diri sendiri. Tak seperti orang di atas yang lupa diri.

Hari ini, aku menziarahi mimpiku keenam kali sekaligus mengirim doa untuk diri sendiri. Sayang, umur panjang tak berpihak pada diri ini. Aku mati, bersama rerobohan seng atap sekolah saat Senin pagi. 

Ditulis oleh Raihana Zulfa Syahidah

Diedit oleh Diandra Wafiyatunnisa

Didesain oleh Malika Afza Fathiya Rizal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *