Being Aware of Politics Won’t Ruin Your Aesthetic btw 

In the age of information, knowing everything has somehow become impossible

Setiap hari, ada terlalu banyak hal yang meminta perhatian. Berita demi berita baru muncul sebelum berita sebelumnya selesai dibicarakan. Satu isu berganti dengan isu lain, sementara media sosial terus menawarkan sesuatu yang lebih menarik untuk dilihat. 

There is always something to know, something to watch, and something to care about. 

Sampai akhirnya semua terasa exhausting, secara natural kita memilih untuk memilah. Memilah apa yang kita baca, apa yang kita tonton, hingga keputusan untuk melewatkan apa yang ditentukan algoritma 

Tidak ada yang salah dengan itu. Nobody expects anyone to know everything. Kita tidak mungkin membaca setiap berita, mengikuti setiap isu, atau memahami semua hal yang sedang terjadi. But in the middle of all that information, there are still some things that deserve our attention. 

Pada realitanya, tidak semua informasi memiliki jarak yang sama dari kehidupan masing-masing. Ada hal-hal yang mungkin terasa jauh, rumit, dan tidak mudah dicerna oleh sebagian orang. Namun, apakah hal-hal tersebut bisa dengan mudahnya untuk kita skip tanpa mencoba memahami siapa dan apa yang tertindas? Atau dengan mudahnya kita skip tanpa coba memahami apakah keputusan-keputusan tersebut sebenarnya ikut menentukan bagaimana kita hidup. 

And maybe, this is where things get a little political

Politics is often treated as something distant from our everyday lives. Something serious, complicated, and maybe even a little too much. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, banyak hal yang kita hadapi sehari-hari punya hubungan erat dengan keputusan politik. 

Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, transportasi publik, kesempatan kerja, akses terhadap layanan kesehatan, sampai kebebasan untuk menyampaikan pendapat tidak muncul begitu saja. Ada kebijakan, regulasi, dan keputusan politik yang berada di baliknya. We might not see politics directly in these things, but we can certainly feel its impact.

Itulah kenapa, maybe we should stop treating being informed as something exhausting. Kita memang hidup di tengah arus informasi yang tak ada habisnya, tapi bukan berarti solusinya adalah berhenti mencari tahu. Justru, semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak hal yang bisa kita pahami, pertanyakan, dan lihat dari perspektif yang berbeda. 

The goal is not to know less, but to learn how to know more without losing our ability to think critically.

Lalu,apa yang harus mulai kita pertanyakan? Maybe from knowing where our information comes from. Di tengah timeline yang bergerak cepat, informasi bisa datang dari berita, TikTok, Instagram carousel, sampai repost teman. Sebelum langsung percaya, coba cek lagi sumbernya, bandingkan dengan media lain, dan cari sumber asli ketika memungkinkan. Karena sesuatu yang viral belum tentu sesuatu yang benar.

Setelah itu, keep up with what’s happening. Tidak harus mengikuti setiap perdebatan politik di internet, tapi setidaknya luangkan waktu untuk membaca berita dan memahami isu yang sedang terjadi. 

Hal yang sama juga berlaku ketika sebuah kebijakan  ramai dibicarakan. Instead of only following the drama, coba pahami apa isi kebijakannya, siapa yang membuatnya, dan siapa yang mungkin terdampak. Sedikit pemahaman tentang bagaimana pemerintah bekerja dan apa saja hak yang kita punya juga membantu kita melihat isu politik dengan konteks yang lebih jelas.

Dan karena sebagian besar informasi kita datang dari media sosial, jangan biarkan algoritma berpikir untuk kita. Read beyond the headline, cari perspektif yang berbeda, dan tetap pertanyakan informasi yang bahkan terasa sesuai dengan apa yang sudah kita percaya.

The more information we have, the more important critical thinking becomes.

At the end of the day, menjadi politically aware bukan tentang seberapa banyak isu yang bisa kita hafal. It’s about being curious enough to understand the world we live in. Ketika keputusan politik bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari, memilih untuk tahu bukan lagi sekadar ikut tren. It is simply a way of understanding where we stand, what affects us, and what is happening around us.

Ditulis oleh Naura Filzah Hanani

Diedit oleh Diandra Wafiyatunnisa 

Didesain oleh Indri Safitri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *