Tok-tok-tok! Trick-Or-Treat!

Halo, Sabi! Siapa nih yang udah nyiapin kostum buat Halloween nanti? Mau jadi vampir? zombie? Atau ghost hunter? Boleeehh!

Tapi, kamu tau nggak sih, gimana awal mula perayaan Halloween? Kenapa identik dengan orang-orang yang berdandan mengenakan kostum hantu dan darah palsu? Jawabannya ada di 2.000 tahun yang lalu! 

Festival Samhain

Dahulu, di Eropa Tengah, ada sebuah kebudayaan kuno yang disebut Celtic atau bangsa Celtic. Nah, bangsa ini seringkali merayakan sebuah festival bernama Samhain. Festival ini menandakan dimulainya tahun baru sekaligus untuk merayakan berakhirnya musim panas dan musim panen, sebagai pergantian musim menuju musim dingin yang katanya  berkaitan erat dengan kematian, hii.  

Festival ini dilakukan saat matahari mulai terbenam pada 31 Oktober hingga 1 November. Bangsa Celtic memiliki kepercayaan bahwa pada malam tersebut, batas antara dunia manusia (fana) dan dunia roh menipis saat festival Samhain berlangsung. Mereka beranggapan roh-roh atau arwah dari alam lain bisa berkeliaran dan berdampingan dengan manusia. Oleh karena itu, masyarakat melakukan semacam ritual pengusiran untuk mengusir roh jahat dan menyambut roh baik dengan menyalakan api unggun dan memberikan banyak sesajen. Tak hanya itu, mereka juga memakai kostum dari kepala dan kulit binatang, loh. Tujuannya buat menyamarkan diri dan mengelabui biar gak dikenali roh-roh jahat.

Kebayang nggak kalau ternyata seseorang yang kamu ajak ngobrol itu… ‘seseorang’ ?!

Kenapa Namanya Jadi Halloween?

Seiring berjalannya waktu, terjadi akulturasi budaya dari kekaisaran Roma setelah berhasil menguasai wilayah Celtic. Masyarakat Romawi juga memiliki hari perayaan untuk memperingati orang mati (leluhur) dan perayaan dewi panen dan memadukannya dengan festival Samhain. Kemudian, meluasnya penyebaran agama Kristen juga membawa perubahan terhadap perayaan-perayaan yang ada. Malam 31 Oktober ditetapkan sebagai All Hallow’s Eve (Hari Raya Semua Orang Kudus) untuk menghormati para martir dan mendoakan orang-orang yang telah meninggal. Nah, penyebutan perayaan All Hallow’s Eve ini kian lama disingkat menjadi Halloween! 

Oh iya, Sabi pasti nggak asing dengan istilah Trick-Or-Treat! Kata-kata ini biasanya diucapkan oleh anak-anak yang keliling mendatangi rumah ke rumah untuk meminta permen atau menampilkan sebuah trick (pertunjukan). Kebiasaan ini juga berasal dari tradisi Eropa di mana orang-orang miskin akan datang untuk meminta sedekah dan mendoakan orang yang telah tiada (soulling)

Perkembangan Halloween

Karena migrasi besar-besaran dari Eropa ke Amerika Serikat, tradisi Halloween dibawa dan dipopulerkan dalam bentuk yang lebih modern dengan gaya Amerika di abad ke-19. Dari yang awalnya hanya sebuah ritual dan peringatan, kini Halloween menjadi sebuah pesta yang meriah dengan kostum dan dekorasi seram yang menyebar ke seluruh dunia. Terlepas dari aspek spiritual, Halloween masa kini hadir sebagai media hiburan perayaan budaya pop yang penuh dengan kesenangan atau seru-seruan aja.

Nah, jadi, Sabi, Halloween kali ini pengen pakai kostum apa?

Ditulis oleh Nazhwa Tristandila Mirakhi

Diedit oleh Diandra Wafiyatunnisa

Didesain oleh Fahira Khairunisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *